Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat segera meluncurkan program koperasi modern atau koperasi yang memiliki piranti komputer guna mengoperasikan aplikasi "online".
"Direncanakan peluncuran koperasi modern itu di sela-sela pelaksanaan Festival Koperasi Internasional, 23-25 Mei 2012 di Mataram," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Nusa Tenggara Barat (NTB) H Abdul Haris, yang didampingi Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) NTB Hendro Kartiko, di Mataram, Senin.
Haris yang juga Ketua Panitia Daerah Festival Koperasi Internasional atau International Year of Cooperatives (IYC) 2012 mengatakan, peluncuran koperasi modern itu merupakan bentuk kerja sama Pemprov NTB dengan PT Telkom Cabang Mataram.
Kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) Menteri Koperasi dan UKM dengan Direktur Utama PT Telkom, yang mencanangkan 100.000 koperasi modern di Indonesia sampai 2014.
"Peluncuran koperasi modern itu akan ditandai dengan penyerahan satu unit perangkat komputer dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta untuk tiga koperasi," ujarnya.
Ketiga koperasi itu yakni Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lombok Sejati, KSP Swastika dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Terpadu.
Ketiga koperasi itu telah memenuhi kriteria koperasi aktif, memiliki tenaga operator komputer yang memadai, memiliki piranti komputer yang dapat mendukung aplikasi "online" dan memiliki jumlah anggota lebih dari 500 orang.
Sementara itu, Manager Marketing PT Telkom Area Bali Nusa Tenggara Komarudin Umar, mengatakan, tiga koperasi itu mewakili 26 koperasi yang tahun ini dikembangkan menjadi koperasi modern.
PT Telkom menyediakan fasilitas "speedy" untuk mengakses jaringan internet di komputer koperasi modern itu.
"Koperasi modern itu didukung fasilitas layanan komputerisasi, yang disetel agar setiap anggota koperasi dapat mengetahui sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun buku. Bahkan, dapat dimanfaatkan untuk transfer uang antarkoperasi atau dari manajemen koperasi kepada anggotanya," ujarnya.
Setiap transaksi pengiriman uang melalui layanan internet pada koperasi modern itu, kata Komarudin, penerima uang hanya menunjukkan pesan singkat (SMS) yang diterima sudah dapat mengambil uang kiriman tersebut.
"Diharapkan pengeloaan keuangan pada koperasi modern itu lebih teratur setelah menggunakan aplikasi online dan hal itu akan lebih memacu anggotanya untuk bersama-sama mengembangkan koperasi tersebut," ujarnya.
Sedangkan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM NTB Hendro Kartiko mengatakan, Pemprov NTB menargetkan pembentukan 500 unit koperasi modern dalam beberapa tahun anggaran, yang diawali dengan 26 koperasi di 2012.
Diupayakan jumlah koperass modern yang terbentuk setiap tahun anggaran terus meningkat hingga mencapai target yang diharapkan.
"Sejauh ini tercatat sebanyak 3.512 unit koperasi, dan sebanyak 509 unit koperasi diantaranya tidak aktif karena tidak melakukan Rapat Umum Tahunan (RAT)," ujarnya.
NTB menjadi tuan rumah pelaksanaan IYC 2012, berdasarkan putusan Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan.
Peringatan IYC 2012 itu merupakan kegiatan pertama di Indonesia, semenjak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi Nomor A/RES/65/184, yang mengundang seluruh negara untuk turut serta dalam aksi peringatan Festival Koperasi Internasional atau IYC 2012.
Resolusi Perserikatan Bangsa (PBB) Nomor A/RES/65/184 itu merupakan tindak lanjut dari Resolusi PBB Nomor A/RES/64/136 tentang Penetapan Tahun 2012 sebagai IYC.
PBB mendorong dan mempromosikan serta meningkatkan kesadaran tentang kontribusi koperasi terhadap pengembangan sosial dan ekonomi, serta mempromosikan pertumbuhan koperasi di berbagai negara.[-rr-]



0 comments:
Post a Comment